laporan Pengenalan alat-alat laboratorium

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pengenalan alat-alat praktikum penting dilakukan guna untuk keselamatan kerja dalam melakukan proses penelitian.selain itu juga pengenalan alat praktikum bertujuan agar mahasiswa mengetahui nama dan fungsi dari alat-alat tersebut.Alat-alat praktikum sangat di butuhkan dalam proses penilitian atau pun prktikum terutama dalam proses praktikum kimia.ada banyak sekali alat-alat yang digunakan dan mempunyai fungsi masing-masing didalam bidang keilmuan atau pun proses penilitian tentu tentu alat-alat ini sangat di butuhkan sekali.alat-alat laboratorium juga dapat berbahasa jika terjadi kesalahan dalam prosedur pemakaiannya.maka diperlykannya pengenalan alat-alat laboratorium agar penggunaan alat tersebut dapat dipergunakan dengan fungsi dan prosedur yang baik dan benar,sehingga kesalahan yang terjadi dapat diminimalisir sedikit mungkin.hal ini penting agar mendapatkan hasil penelitian yang aik dan benar.data-data yang tepat akan meningkatkan kualitas penelitian seseorang.
Dalam praktikum pengenalan alat-alat laboratorium dan alat-alat sterilisasi akan dijelaskan secara detail mengenai fungsi dan spesifikasi masing-masing alat tersebut. Sterilisasi adalah usaha untuk membebaskan bahan-bahan dari mikrobia yang tidak diinginkan (soetarto, dkk). Jadi Alat-alat sterilisasi adalah alat yang digunakan untuk membebaskan suatu bahan atau alat lain dari mikrobia yang tidak diinginkan.Pada umumnya kegiatan praktek laboratium diarahkan pada upaya supaya mahasiswa dituntut untuk menguji, memverifikasi atau membuktikan hukum atau prinsip ilmiah yang sudah dijelaskan oleh dosen,asisten dosen atau buku teks. Ada juga percobaan yang dirancang oleh dosen atau asisten dosen adalah mahasiswa disuruh melakukan percobaan dengan prosedur yang sudah terstruktur yang membawa mahasiswa kepada prinsip atau hukum yang tidak diketahui sebelumnya dari data empiris yang mereka kumpulkan hasil dari percobaan tersebut. Namun terdapat berbagai kelemahan dasar dari cara seperti ini, secara logis prinsip ilmiah dan hukum alam tidak dapat dibuktikan secara langsung; prinsip ilmiah dan hukum alam juga tidak dapat diuji hanya dengan jumlah percobaan yang terbatas yang dilakukan oleh mahasiswa. Keterbatasan alat yang digunakan, keterampilan yang dipunyai, waktu yang singkat dan kompleksitas generalisasi, merupakan keterbatasan percobaan mahasiswa yang menunjukkan hal yang hebat kalau mahasiswa bisa menghasilkan prinsip teoritis yang penting dari sekumpulan data mentah hasil percobaan.maka bimbingan dari dosen dan asisten dosen sangat di butuhkan dalam proses penelitian.
Banyak sekali alat-alat praktikum yang harus kita kenal dan kita ketahui agar dalam proses penelitian dan praktikum berjalan lancar tanpa ada masalah.pengenalan alat ini juga akan menambah wawasan dan pengetahuan bagaimana cara kerja alat tersebut besert fungsinya.tentu dari sini kita bisa belajar bagaman penggunaannya agar dalam penelitian kita nanti mendapatkan hasil yang akurat dan dapat dipercaya.hasil penelitan tergantung dari proses penelitian,jika penelitian baik dan penggunaan alatnya benar tentu hasil pengamatan kita baik pula.alat-alat laboratorium juga tidak bisa digunakan jika tidak sesuai dengan fungsinya maka dari itu kita harus teliti dan mebutuhkan pengetahuan bagaimana mengunakan alat tersebut.alat-alat laboratorium juga banyak yang berbahaya seperti alat yang harus seteril maka sebelum menggunakan alat tersebut kita harus mensterilkan tangan kita.jika tidak hal itu bisa mengganggu proses suatu penelitian dan tentunya akan berdampak pada hasil penelitian tersebut.perhatian terhadap penggunaan alat laboratorium harus di perhatikan guna keselamatan dan keberhasilan kerja atau penelitian.




B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah pada praktikum ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana cara mengetahui alat-alat dan bahan laboratorium beserta fungsinya.
2. Bagaimana cara menggunakan alat dan bahan laboratorium dengan baik.
C. Tujuan
Adapun tujuan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui alat-alat dan bahan laboratorium beserta fungsinya.
2. Untuk mengetahui tata cara pengunaan alat dan bahan laboratorium.
D. Manfaat
Manfaat setelah melakukan praktikum ini yaitu:
1. Kita dapat mengetahui alat dan bahan laboratorium beserta fungsinya.
2. Kita dapat mengetahui tata cara penggunaan alat laboratorium.
E. Waktu dan Tempat
Waktu dan tempat di laksanakannya praktikum ini yaitu pada:
Hari/tanggal : Minggu/ 3 & 10 April 2011
Pukul : 08.00 – 11.00
Tempat : Laboratorium Pendidikan Biologi Gedung T lantai 1 Fakultas
Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin
Makassar

BAB IV
PEMBAHASAN
Adapun pembahasan dari percobaan ini adalah:
1. Penggunaan alat laboratorium
a. Mengenal Bahan
Dalam laboratorium terdapat macam-macam alat yang digunakan diantaranya yaitu gelas kimia yang digunakan untuk mencampurkan cairan., tabung reaksi untuk melakukan reaksi kimia dan menyimpan senyawa kimia, labu enlemeyer digunakan untuk mencampurkan reaksi kimia namun tidak terlalu memerlukan ketelitian, termometer digunaka untuk mengukur suhu suatu cairan atau ruang incubator, gelas ukur digunakan untuk mengukur suatu campuran dengan memerlukan ketelitian, plat tetes digunaka untuk menguji bahan dengan pereaksi, penjepi tabung digunakan untuk menjepit tabung reaksi, pipet tetes digunakan untuk memindahkan cairan dengan skala tertentu. Alat-alat tersebut digunakan dalam laboratorium dan sering digunakan dalam melakukan suatu praktikum.
b. Menuangkan bahan
Peralatan dasar juga dapat digunakan alat untuk menuang kan bahan kimia dari satu wadah ke wadah lainnya. Bahan kimia dapat berupa padatan atau cair. Proses penuangan bahan kimia merupakan kegiatan yang sering dilakukan dan memerlukan kecermatan dan ketelitian tersendiri.alat yang digunakan dalam menuang vairan adalah gelas kimia, botol kimia, tabung reaksi, dan labu enlemeyer. Alat-alat itu berfungsi untuk mencampurkan bahan larutan dan biasanya digunkan untuk menuangkan atau memindahkan larutan dari wadah satu ke wadah yang lain.


c. Menimbang
Menimbang merupakan proses yang dilakukan untuk mengetahui berat suatu benda. Ada beberapa jenis timbangan yang sering digunakan akan tetapi secara garis besar timbangan yang digunakan dibedakan menjadi timbangan kasar, sedang dan halus. Timbangan kasar yaitu dengan ketelitian kurang atau sama dengan 0,1 g, timbangan sedang dengan ketelitian antara 0,01 g – 0,001 g dan timbangan halus dengan ketelitian lebih besar atau sama dengan 0,0001 g. berikut adalah beberapa jenis timbangan tersebut. Alat-alat yang digunakan dalam menimbang adalah neraca. Neraca digunakan untuk menimbang bahan dengan ketelitian alat sedang (0.01-0.001 gram). Neraca ini terbagi lagi dengan beberapa macam yaitu neraca sortarius, neraca dengan ketelitian sedang dan neraca kasar.
d. Mengukur volume bahan cair
Mengukur merupakan membandingkan sesuatu dengan sesuatu yang yang lain yang sejenis. Dalam laboratorium kita mengenal yaitu mengukur volume suatu bahan cair. Volume zat cair dapat diukur dengan menggunakan gelas ukur. Caranya adalah dengan memasukkan zat cair ke dalam gelas ukur yang kosong, kemudian baca posisi permukaan zat cair. Cara ini termasuk pengukuran secara langsung. Pembacaan volu Fungsi lain dari peralatan dasar adalah untuk mengukur volume. Volume zat cair dapat diukur dengan menggunakan gelas atau pipet ukur.
e. Menyaring
Menyaring merupakan proses memindahkan cairan dari wadah yang satu ke wadah yang dengan memisahkan partikel-partikel kasar pada cairan. Alat yang digunakan dalam menyaring adalah kertas saring.
f. Memanaskan
Memanaskan merupaka suatu proses yang dilakukan untuk mematangkan suatu cairan atau bahan yang akan di praktekkan. Alat yang digunakan dalam pemanasan adalah pembakar Gas. Namun alat yang digunakan dalam memanaskan suatu caira adalah labu enlemeyer, tabung reaksi dan gelas kimia.
g. Mensterilkan
Yang dimaksud sterilisasi adalah suatu proses untuk mematikan semua organisme yang terdapat pada suatu tempat atau wadah atau di dalam suatu benda. Ketika untuk pertama kalinya melakukan pemindahan biakan bakteri secara aseptic, sesungguhnya hal itu telah menggunakan salah satu cara sterilisasi, yaitu pembakaran. Sterilisasi basah biasanya dilakukan di dalam autoklaf atau sterilisator uap yang mudah diangkat (portable) dengan menggunkan uap air jenuh bertekanan pada suhu 121 oC selama 15 menit. Sterilisasi dapat dilakukan dengan penyaringan dan pembakaran.
h. Mikroskop
1. Bagian-bagian mikroskop
Mikroskop merupkan alat yang digunakan untuk melihat benda-benda yang tak kasat mata seperti sel. alat-alat ini pun mempunyai bagian-bagian sesuai dengan fungsinya masing-masing yaitu lensa okuler lensa yang dekat dengan mata pengamat lensa ini berfungsi untuk membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari lensa objektif,lensa objektif lensa ini berada dekat pada objek yang di amati, lensa ini membentuk bayangan nyata, terbalik, di perbesar. Tabung mikroskop tabung ini berfungsi untuk mengatur fokus dan menghubungan lensa objektif dengan lensa okuler. Makrometer makrometer berfungsi untuk menaik turunkan tabung mikroskop secara cepat. mikrometer, pengatur ini berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan mikroskop secara lambat, dan bentuknya lebih kecil daripada makrometer. revolver berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif dengan cara memutarnya. Reflektor berfungsi untuk memantulkan cahaya dari cermin ke meja objek melalui lubang yang terdapat di meja objek dan menuju mata pengamat, diafragma , berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masu, kondensor berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk, alat ini dapat putar dan di naik turunkan. Meja mikroskop, berfungsi sebagai tempat meletakkan objek yang akan di amati. Penjepit kaca, penjepit ini berfungsi untuk menjepit kaca yang melapisi objek agar tidak mudah bergeser. Lengan mikroskop, berfungsi sebagai pegangang pada mikroskop.Kaki mikroskop berfungsi untuk menyangga atau menopang mikroskop. Pengatur sudut, untuk mengatur sudut atau tegaknya mikroskop.
2. Macam Mikroskop
Mikroskop yang ada sekarang bermacam-macam tergantung kita apa yang akan digunakans esuai kebutuhan kita. Namun mikroskop yang sering digunakan dalam laboratorium adalah mikroskop binokuler dan mikroskop monokuler. Mikroskop monokuler adalah mikroskop yang hanya memiliki satu lensa okuler saja sedangkan mikroskop binokuler adalah mikroskop yang memiliki dua lensa okuler. Namun masih banyak mikroskop lainnya diantaranya adalah mikroskop stereo, mikroskop medan gelap, mikroskop fase kontras, dan sebagainya.
3. Penggunaan Mikroskop
Mikroskop digunakan untuk mengamati dan mempelajari objek (preparat/spesimen) yang ukurannya sangat kecil. Adapun cara penggunaan mikroskop yaitu meletakkan mikroskop pada meja sedemikian rupa agar kamu lebih mudah melakukan pengamatan melalui tabung mikroskop. Pastikan mikroskop terletak pada tempat yang aman, atur pencahayaan dan peralatan yang telah siap dipakai, kemudian lakukan pengaturan pencahayaan. Objek pengamatan (preparat) dapat diamati di mikroskop dengan jelas apabila cahaya yang masuk cukup memadai. Mikroskop ada yang sudah dilengkapi sumber cahaya berupa lampu sehingga untuk mengatur pencahayaan tinggal menghidupkan lampunya saja.



4. Pemeliharaan Mikroskop
Mikroskop merupakan peralatan biologi yang perlu dirawat dengan baik. Caramembawa mikroskop dengan baik adalah pegang tangkainya dengan tangan





















BAB III
METODELOGI PERCOBAAN
A. Alat
1. Gelas kimia 1 buah
2. Labu erlenmeyer 1 buah
3. Pelat tetes 1 buah
4. Gelas ukur 1 buah
5. Corong 1 buah
6. Kaki tiga 1 buah
7. Statif dengan batang statif 1 buah
8. Sikat tabung 1 buah
9. Cawan petri 1 buah
10. Rak tabung reaksi 1 buah
11. Gegep 1 buah
12. Pengaduk 1 buah
13. Pipet tetes 1 buah
14. Lumpang dan alu 1 buah
15. Lup 1 buah
16. Tabung durham 1 buah
17. Gelas arloji 1 buah
18. Gunting bedah 1 buah
19. Kasa 1 buah
20. Termometer badan 1 buah
21. Lancest 1 buah
22. Palu refleks 1 buah
23. Botol semprot 1 buah
24. Botol kimia 1 buah
25. Pinset bedah 1 buah
26. Urinometer 1 buah
27. Respirometer 1 buah
28. Pisau bedah 1 buah
29. Botol spirtus 1 buah
30. Tabung reaksi 1 buah
B. Bahan
Adapun bahan yang di gunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut:
1. Air secukupnya
2. darah secukupnya
C. Cara kerja
Adapun cara kerja pada praktikum ini adalah sebagai berikut:
1. Menyiapkan alat-alat yang akan digunakan
2. Menggambar alat-alat yang telah di presentasikan
3. Memberikan deskripsi tentang alat-alat yang ada
4. Menggunakan alat-alat laboratorium secara sederhana setelah mengetahui fungsinya masing-masing.




D. Operasional Alat
1. Gelas kimia

1. Mulut Gelas
1 2.Badan gelas
3. Penunjuk skala

2


3




Deskripsi Alat:
Bentuk rendah, dengan bibir tuang dan berskala dua atau tiga. Berfungsi untuk menyimpan atau menyampur senyawa kimia, dan unit skala tidak terlalu teliti tetapi cukup memadai untuk penggunaan yang tidak memerlukan ketelitian tinggi.






31. Waterbath

Oprasional Alat:
Alat ini berfungsi untuk menghomogenkan larutan. Cara menggunaakan alat ini yaitu:
1. Mesin dihidupkan
2. Penutup waterbath dibuka
3. tempat larutan (labu enlemeyer atau gelas kimia) dimasukkan kedalam tempat khusus yang ada di dalam waterbath.
4. Kemudian tombol power di pencet dan mengatur suhu, waktu dan kecepatan
5. Tunggu sampai larutan tersebut homogen.



32. Incubator


Oprasional Alat:
Alat ini berfungsi untuk mensterilkan suhu yang ada. Cara penggunaannya yaitu:
1. Membungkus medium dengan kertas
2. Memasukkan medium ke dalam cawan petri
3. Memasukkan semua medium ke dalam incubator yang sudah di masukkan ke dalam cawan petri dan terbungkus kertas selama 24 jam dengan suhu konstan sesuai dengan yang di inginkan.



33. Oven



Alat ini berfungsi untuk mematangkan atau membuat masak suatu bahan. Alat ini biasa di gunakan untuk mensterilisasi alat-alat yang tahan terhadap panas tinggi misalnya cawan petri, tabung reaksi, labu erlenmeyer, dan lain-lain. Cara penggunaannya yaitu:
1. Mencolok kabel oven pada listrik (menghidupkan alat)
2. Membungkus alat yang ingin di sterilkan dengan kertas
3. Memasukkan alat yang telah di bungkus ke dalam oven
4. Menutup oven
5. Mengaktifkan tombol power dan mengatur suhu yang diinginkan




34. Magntik stirer


Operasional alat
Alat ini berfungsi untuk menghomogenkan dan memanaskan suatu larutan. Cara penggunaannya yaitu:
1. Pertama-tama alat ini di colok
2. Mengisi gelas kimia dengan air atau larutan
3. Menyimpan magnet pada gelas kimia yang telah di isi larutan
4. Memutar spit untuk mengaduk larutan yang ada dan untuk memanaskan larutan
5. Setelah itu spit di putar kembali ke titik nol untuk menghentikan magnet berputar
6. Lalu lgelas kimia di angkat dari hot plet dan mengangkat magnetnya




35. Elektrik bakteri colony counter




Oprasional alat:
Alat ini berfungsi untuk menghitung koloni bakteri. Cara penggunaannya yaitu:
1. Alat di colok
2. Memasang cawang petri yang telah di isi bakteri pada alat
3. Menghitung koloni bakteri dengan cara menunjuk bakteri yang ada dengan menggunakan pulpen



36. Centrifuge


Operasional alat:
Alat inoi berfungsi untuk menghomogenkan darah misalnya sel darah merah, sel darah putih, dan keping-keping darah. Alat ini mempunyai kecepatan antara 1600 – 5300. Adapun cara penggunaan alat ini adalah sebagai berikut:
1. mencolokkan kabel ke listrik (menghidupkan alat)
2. membuka tutup centrifuge
3. memasukkan larutan ke dalam tabung reaksi
4. memasang tabung reaksi yang telah di pasangi alasnya
5. menekan tombol star lalu mengatur kecepatan


37. Kulkas

Operasional alat:
Alat ini berfungsi untuk mendinginkan suatu bahan. Adapun cara kerja dari alat ini yaitu:
1. Kabel kulkas di colok ke listrik
2. Membuka penutup kulkas lalu memasukkan bahan





38. Spirometer

Operasional alat:
Alat ini berfungsi untuk mengetahui volume tidal dan volume kapasitas pada proses respirasi pada hewan. Adapun cara kerja pada alat ini yaitu:
1. Letakkan pipa Y pada mulut
2. Tarik napas biasa dengan menggunakan hidung,
3. Hembuskan napas biasa melalui hisung
4. Hembuskan napas sekuat – kuatnya dengan menggunakan mulut melalui pipa Y
5. Lihat berapa skala alat dalam spirometer terangkat, itulah volume udara
Komplementer..




BAB IV

PEMBAHASAN
Adapun pembahasan dari percobaan ini adalah:
2. Penggunaan alat laboratorium
i. Mengenal Bahan
Dalam laboratorium terdapat macam-macam alat yang digunakan diantaranya yaitu gelas kimia yang digunakan untuk mencampurkan cairan., tabung reaksi untuk melakukan reaksi kimia dan menyimpan senyawa kimia, labu enlemeyer digunakan untuk mencampurkan reaksi kimia namun tidak terlalu memerlukan ketelitian, termometer digunaka untuk mengukur suhu suatu cairan atau ruang incubator, gelas ukur digunakan untuk mengukur suatu campuran dengan memerlukan ketelitian, plat tetes digunaka untuk menguji bahan dengan pereaksi, penjepi tabung digunakan untuk menjepit tabung reaksi, pipet tetes digunakan untuk memindahkan cairan dengan skala tertentu. Alat-alat tersebut digunakan dalam laboratorium dan sering digunakan dalam melakukan suatu praktikum.
j. Menuangkan bahan
Peralatan dasar juga dapat digunakan alat untuk menuang kan bahan kimia dari satu wadah ke wadah lainnya. Bahan kimia dapat berupa padatan atau cair. Proses penuangan bahan kimia merupakan kegiatan yang sering dilakukan dan memerlukan kecermatan dan ketelitian tersendiri.alat yang digunakan dalam menuang vairan adalah gelas kimia, botol kimia, tabung reaksi, dan labu enlemeyer. Alat-alat itu berfungsi untuk mencampurkan bahan larutan dan biasanya digunkan untuk menuangkan atau memindahkan larutan dari wadah satu ke wadah yang lain.


k. Menimbang
Menimbang merupakan proses yang dilakukan untuk mengetahui berat suatu benda. Ada beberapa jenis timbangan yang sering digunakan akan tetapi secara garis besar timbangan yang digunakan dibedakan menjadi timbangan kasar, sedang dan halus. Timbangan kasar yaitu dengan ketelitian kurang atau sama dengan 0,1 g, timbangan sedang dengan ketelitian antara 0,01 g – 0,001 g dan timbangan halus dengan ketelitian lebih besar atau sama dengan 0,0001 g. berikut adalah beberapa jenis timbangan tersebut. Alat-alat yang digunakan dalam menimbang adalah neraca. Neraca digunakan untuk menimbang bahan dengan ketelitian alat sedang (0.01-0.001 gram). Neraca ini terbagi lagi dengan beberapa macam yaitu neraca sortarius, neraca dengan ketelitian sedang dan neraca kasar.
l. Mengukur volume bahan cair
Mengukur merupakan membandingkan sesuatu dengan sesuatu yang yang lain yang sejenis. Dalam laboratorium kita mengenal yaitu mengukur volume suatu bahan cair. Volume zat cair dapat diukur dengan menggunakan gelas ukur. Caranya adalah dengan memasukkan zat cair ke dalam gelas ukur yang kosong, kemudian baca posisi permukaan zat cair. Cara ini termasuk pengukuran secara langsung. Pembacaan volu Fungsi lain dari peralatan dasar adalah untuk mengukur volume. Volume zat cair dapat diukur dengan menggunakan gelas atau pipet ukur.
m. Menyaring
Menyaring merupakan proses memindahkan cairan dari wadah yang satu ke wadah yang dengan memisahkan partikel-partikel kasar pada cairan. Alat yang digunakan dalam menyaring adalah kertas saring.
n. Memanaskan
Memanaskan merupaka suatu proses yang dilakukan untuk mematangkan suatu cairan atau bahan yang akan di praktekkan. Alat yang digunakan dalam pemanasan adalah pembakar Gas. Namun alat yang digunakan dalam memanaskan suatu caira adalah labu enlemeyer, tabung reaksi dan gelas kimia.
o. Mensterilkan
Yang dimaksud sterilisasi adalah suatu proses untuk mematikan semua organisme yang terdapat pada suatu tempat atau wadah atau di dalam suatu benda. Ketika untuk pertama kalinya melakukan pemindahan biakan bakteri secara aseptic, sesungguhnya hal itu telah menggunakan salah satu cara sterilisasi, yaitu pembakaran. Sterilisasi basah biasanya dilakukan di dalam autoklaf atau sterilisator uap yang mudah diangkat (portable) dengan menggunkan uap air jenuh bertekanan pada suhu 121 oC selama 15 menit. Sterilisasi dapat dilakukan dengan penyaringan dan pembakaran.
p. Mikroskop
5. Bagian-bagian mikroskop
Mikroskop merupkan alat yang digunakan untuk melihat benda-benda yang tak kasat mata seperti sel. alat-alat ini pun mempunyai bagian-bagian sesuai dengan fungsinya masing-masing yaitu lensa okuler lensa yang dekat dengan mata pengamat lensa ini berfungsi untuk membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari lensa objektif,lensa objektif lensa ini berada dekat pada objek yang di amati, lensa ini membentuk bayangan nyata, terbalik, di perbesar. Tabung mikroskop tabung ini berfungsi untuk mengatur fokus dan menghubungan lensa objektif dengan lensa okuler. Makrometer makrometer berfungsi untuk menaik turunkan tabung mikroskop secara cepat. mikrometer, pengatur ini berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan mikroskop secara lambat, dan bentuknya lebih kecil daripada makrometer. revolver berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif dengan cara memutarnya. Reflektor berfungsi untuk memantulkan cahaya dari cermin ke meja objek melalui lubang yang terdapat di meja objek dan menuju mata pengamat, diafragma , berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masu, kondensor berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk, alat ini dapat putar dan di naik turunkan. Meja mikroskop, berfungsi sebagai tempat meletakkan objek yang akan di amati. Penjepit kaca, penjepit ini berfungsi untuk menjepit kaca yang melapisi objek agar tidak mudah bergeser. Lengan mikroskop, berfungsi sebagai pegangang pada mikroskop.Kaki mikroskop berfungsi untuk menyangga atau menopang mikroskop. Pengatur sudut, untuk mengatur sudut atau tegaknya mikroskop.
6. Macam Mikroskop
Mikroskop yang ada sekarang bermacam-macam tergantung kita apa yang akan digunakans esuai kebutuhan kita. Namun mikroskop yang sering digunakan dalam laboratorium adalah mikroskop binokuler dan mikroskop monokuler. Mikroskop monokuler adalah mikroskop yang hanya memiliki satu lensa okuler saja sedangkan mikroskop binokuler adalah mikroskop yang memiliki dua lensa okuler. Namun masih banyak mikroskop lainnya diantaranya adalah mikroskop stereo, mikroskop medan gelap, mikroskop fase kontras, dan sebagainya.
7. Penggunaan Mikroskop
Mikroskop digunakan untuk mengamati dan mempelajari objek (preparat/spesimen) yang ukurannya sangat kecil. Adapun cara penggunaan mikroskop yaitu meletakkan mikroskop pada meja sedemikian rupa agar kamu lebih mudah melakukan pengamatan melalui tabung mikroskop. Pastikan mikroskop terletak pada tempat yang aman, atur pencahayaan dan peralatan yang telah siap dipakai, kemudian lakukan pengaturan pencahayaan. Objek pengamatan (preparat) dapat diamati di mikroskop dengan jelas apabila cahaya yang masuk cukup memadai. Mikroskop ada yang sudah dilengkapi sumber cahaya berupa lampu sehingga untuk mengatur pencahayaan tinggal menghidupkan lampunya saja.
8. Pemeliharaan Mikroskop
Mikroskop merupakan peralatan biologi yang perlu dirawat dengan baik. Cara membawa mikroskop dengan baik adalah pegang tangkainya dengan tangan

1 komentar:

  1. Rois M. mengatakan...:

    izin baca yak.. bwt refernsi lapopran..

Poskan Komentar